Whatsapp

Apakah LNG Sama dengan Gas Alam?

Apakah LNG Sama dengan Gas Alam?

LNG (Liquid Natural Gas) adalah bentuk gas alam dalam wujud cair. LNG diproduksi dengan melakukan penyucian pada gas alam dan mendinginkannya secara ekstrem hingga mencapai suhu -260°F (-162°C) untuk mengubahnya menjadi bentuk cair.

Dalam proses yang dikenal sebagai pengkondisian (liquefaction), gas alam didinginkan di bawah titik didihnya, sehingga menghilangkan sebagian besar senyawa tambahan yang terdapat dalam bahan bakar tersebut.

Sisa gas alam yang dihasilkan utamanya terdiri dari metana dengan sedikit kandungan hidrokarbon lainnya.

Biaya produksi LNG yang relatif tinggi, serta kebutuhan untuk menyimpannya dalam tangki cryogenic yang mahal, telah membatasi penggunaan bahan bakar ini dalam aplikasi komersial.

LNG harus dijaga pada suhu yang sangat rendah dan disimpan dalam tangki bertekanan dengan lapisan ganda yang berisolasi vakum.

LNG cocok digunakan pada truk-truk yang memerlukan jarak tempuh lebih jauh karena bentuk cair lebih padat dibandingkan gas, sehingga lebih banyak energi dapat disimpan dalam volume yang sama.

LNG umumnya digunakan dalam kendaraan berat dan sedang. Satu GGE (Gallon Gasoline Equivalent) setara dengan sekitar 1,5 galon LNG.

Gambar dari IEEFA

LNG memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan gas alam dalam bentuk gas, di antaranya adalah:

Efisiensi Penyimpanan dan Pengangkutan

Salah satu keuntungan utama LNG adalah kemampuannya untuk menyimpan lebih banyak energi dalam volume yang lebih kecil dibandingkan dengan gas alam dalam bentuk gas. Hal ini disebabkan oleh sifat gas yang dapat diubah menjadi bentuk cairan dengan mendinginkannya pada suhu ekstrem.

Sebagai hasilnya, kendaraan yang menggunakan LNG sebagai bahan bakar dapat menempuh jarak yang lebih jauh dengan tangki yang lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan gas alam dalam bentuk gas.

Potensi untuk Mengurangi Emisi

Sebagai bahan bakar alternatif yang lebih bersih, penggunaan LNG dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan udara lainnya.

Meskipun LNG juga merupakan bahan bakar fosil, namun ketika dibakar, jumlah emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil konvensional seperti bensin atau diesel.

Selain itu, LNG hampir tidak mengandung zat pengotor seperti sulfur, sehingga mengurangi emisi sulfur dioksida (SO2) dan partikel-partikel halus (PM) yang berbahaya bagi kualitas udara.

Potensi Ekonomi dan Pasar Global

LNG memiliki potensi untuk menjadi pendorong ekonomi bagi negara-negara yang memiliki cadangan gas alam yang melimpah.

Dengan mengubah gas alam menjadi LNG, negara-negara tersebut dapat mengekspor bahan bakar ini ke pasar global, yang dapat meningkatkan pendapatan dan menciptakan lapangan kerja.

Selain itu, LNG juga menjadi solusi bagi negara-negara yang sulit untuk membangun infrastruktur pipa gas alam yang mahal dan kompleks.

Kenapa LNG dicairkan?

Tujuan LNG dicairkan adalah untuk menyimpan gas alam sebagai cairan sehingga dapat digunakan untuk mencukur beban energi puncak selama cuaca dingin. Karena volumenya yang besar, gas alam tidak praktis untuk disimpan dalam bentuk gas di dekat tekanan atmosfir. Namun, saat dicairkan, dapat disimpan dalam volume 1/600 lebih besar.

Namun, ada beberapa tantangan dalam penyimpanan dan pengangkutan gas alam dalam bentuk gas karena sifatnya yang sangat mengembang dan memerlukan volume penyimpanan yang besar.

1. Efisiensi Penyimpanan

Gas alam dalam bentuk gas harus disimpan pada tekanan tinggi dan suhu rendah untuk tetap berada dalam wujud gas. Tekanan tinggi ini membutuhkan volume tangki yang besar untuk menyimpan gas dalam jumlah yang cukup.

Hal ini menjadi tidak praktis dan mahal apabila ingin menyimpan gas alam dalam jumlah besar, seperti yang dibutuhkan oleh infrastruktur energi besar seperti pembangkit listrik atau pemanas kota.

Dengan mengubah gas alam menjadi bentuk cair (LNG), volume yang diperlukan untuk menyimpan energi tersebut dapat dikurangi secara drastis.

Proses pengkondisian atau pengkristalan LNG membuatnya dapat disimpan pada volume yang hanya sekitar 1/600 dari volume gas alam dalam bentuk gas pada tekanan atmosfer.

Dengan demikian, LNG menyediakan cara yang lebih efisien untuk menyimpan dan mengangkut gas alam dalam jumlah besar.

2. Pengiriman dan Transportasi yang Lebih Efisien

LNG menjadi solusi untuk mengatasi masalah transportasi gas alam dalam bentuk gas yang sulit dan mahal. Saat gas alam harus dialirkan melalui jaringan pipa dari sumber produksi ke berbagai lokasi pengguna, infrastruktur pipa yang rumit dan mahal harus dibangun untuk menangani gas dalam bentuk gas.

Namun, dengan mengkondisikan gas alam menjadi LNG, transportasi energi ini menjadi lebih efisien. LNG dapat diangkut menggunakan tangki penyimpanan yang dirancang khusus dan dikirimkan melalui kapal tanker atau truk tangki.

Proses pengkondisian ini memungkinkan gas alam untuk diangkut dalam jumlah besar dengan biaya logistik yang lebih rendah, sehingga mempermudah distribusi gas alam ke berbagai lokasi di dalam maupun luar negeri.

3. Penggunaan sebagai Cadangan Energi

LNG juga digunakan sebagai cadangan energi untuk mengatasi lonjakan permintaan saat suhu ekstrem, terutama pada musim dingin.

Pada periode cuaca sangat dingin atau saat terjadi lonjakan permintaan listrik, seperti pada puncak musim dingin, pasokan gas alam yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi dapat meningkat secara signifikan.

Dalam kondisi seperti itu, keberadaan stok LNG sebagai sumber energi cadangan menjadi sangat penting. LNG dapat dengan cepat dikonversi kembali menjadi gas alam dalam bentuk gas dan digunakan untuk mengatasi permintaan yang meningkat secara mendadak.

Cadangan LNG berfungsi sebagai mekanisme untuk mengelola pasokan energi dan menghindari potensi gangguan pasokan yang dapat terjadi akibat permintaan yang tinggi.

Apa yang dimaksud dengan LNG dan LPG dan apa bedanya?

LNG (Liquid Natural Gas) dan LPG (Liquid Petroleum Gas) adalah dua bentuk bahan bakar yang sering kali disalahartikan karena keduanya memiliki akronim "LPG" dalam nama mereka.

Namun, keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam sifat fisik, komposisi, dan penggunaannya.

1. Komposisi Kimia

LNG adalah bentuk cair dari gas alam dan komposisinya didominasi oleh metana (CH4) dengan kandungan metana lebih dari 90 hingga 95 persen. Sementara itu, LPG adalah campuran dari berbagai hidrokarbon, seperti propana (C3H8) dan butana (C4H10), yang cair pada tekanan dan suhu yang relatif rendah. Komposisi LPG dapat bervariasi, tetapi biasanya mengandung lebih banyak butana daripada propana.

2. Suhu Penguapan

Perbedaan utama antara LNG dan LPG adalah suhu penguapan keduanya. LNG memiliki suhu penguapan sangat rendah, yaitu sekitar -260°F (-162°C), sehingga berada dalam bentuk cair pada suhu kamar.

Sementara itu, LPG memiliki suhu penguapan yang lebih tinggi, berkisar antara -43°F hingga -44°F (-42°C hingga -43°C) untuk butana dan sekitar -44°F hingga -46°F (-43°C hingga -46°C) untuk propana.

Oleh karena itu, LPG dalam kondisi normal berada dalam bentuk cairan dan akan menguap menjadi gas saat dikeluarkan dari tekanan dan dipanaskan.

3. Tekanan Penyimpanan

Karena perbedaan suhu penguapan, LNG disimpan pada tekanan atmosfer yang relatif rendah dengan menggunakan tangki bertekanan yang berlapis ganda dan berisolasi vakum. LNG harus dijaga pada suhu ekstrem untuk tetap berada dalam wujud cair dan tidak menguap.

Di sisi lain, LPG disimpan dalam tekanan yang lebih tinggi dan dalam bentuk cairan pada tekanan atmosfer atau di dalam tangki penyimpanan bertekanan yang lebih ringan dibandingkan dengan tangki LNG.

4. Penggunaan dan Aplikasi

Perbedaan dalam sifat fisik dan komposisi membuat LNG dan LPG memiliki aplikasi dan penggunaan yang berbeda. LNG umumnya digunakan sebagai bahan bakar untuk transportasi, terutama pada kendaraan berat seperti truk dan bus. LNG juga memiliki potensi sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik dan aplikasi industri tertentu.

Sementara itu, LPG lebih umum digunakan untuk tujuan domestik dan komersial. LPG digunakan dalam berbagai aplikasi rumah tangga, seperti pemanas air, kompor, dan penghangat ruangan.

Selain itu, LPG juga digunakan dalam industri dan sektor komersial sebagai bahan bakar untuk memasak, pengering, dan berbagai aplikasi yang memerlukan sumber panas portabel.

5. Keberadaan di Pasar

LNG dan LPG juga memiliki perbedaan dalam ketersediaan dan distribusinya di pasar. LNG lebih umum digunakan di pasar internasional, di mana banyak negara memiliki infrastruktur untuk mengimpor dan mengekspor LNG sebagai bagian dari perdagangan internasional energi.

Di sisi lain, LPG umumnya lebih tersedia secara lokal dan banyak didistribusikan dalam bentuk tabung gas (LPG 3 kg, 12 kg, dll.) untuk keperluan domestik.

Apakah LNG bisa terbakar?

Ya, LNG adalah bahan yang mudah terbakar terutama setelah menguap menjadi bentuk gas. LNG (Liquid Natural Gas) adalah bahan bakar yang tidak berbau, tidak beracun, dan tidak korosif.

Berikut adalah penjelasan mengenai Fier Hazard LNG

Bahaya Kebakaran dari LNG

LNG (Liquid Natural Gas) adalah bahan bakar yang sangat mudah terbakar dan berpotensi menyebabkan bahaya kebakaran yang serius.

Bahan bakar ini akan dengan mudah terbakar jika terpapar panas, percikan, atau nyala api. LNG juga dapat membentuk campuran yang mudah meledak dengan udara. Uap dari gas yang telah dikondisikan menjadi cair pada awalnya lebih berat dari udara dan akan menyebar di sepanjang permukaan tanah.

Namun, perlu diingat bahwa beberapa gas tertentu yang terdapat dalam LNG memiliki karakteristik berbeda terkait berat dan perilaku terbakarnya.

2. Penyebaran dan Potensi Bahaya

Uap dari gas alam yang telah dikondisikan menjadi cair, termasuk komponen LNG seperti metana, deuterium, dan hidrogen, dapat menyebar dan bergerak di sepanjang permukaan tanah. Jika uap ini terpapar sumber api atau titik api, bisa menyebabkan ledakan atau kebakaran.

Karena beberapa gas dalam LNG lebih ringan dari udara, seperti hidrogen dan deuterium, mereka akan cenderung naik ke atas dan menguap lebih cepat.

Perhatian harus diberikan terhadap kemungkinan kembali menyala (flash back) dari uap gas yang telah menguap kembali ke sumber api, yang dapat menyebabkan ledakan dan bahaya tambahan.

Selain itu, tangki LNG yang terpapar api dapat melepaskan gas yang mudah terbakar melalui katup pelepasan tekanan, meningkatkan risiko kebakaran lebih lanjut.

3. Bahaya Saat Pemanasan

LNG disimpan pada suhu sangat rendah untuk tetap berada dalam wujud cair. Namun, jika tangki atau wadah LNG dipanaskan dengan cepat, dapat menyebabkan peningkatan tekanan dan bahkan ledakan.

Tangki yang pecah atau rusak karena panas dapat berbahaya dan berpotensi menimbulkan bahaya roket yang berbahaya.

advertise
advertise
advertise
advertise